Blog

Perhitungan zakat penghasilan

hitung-zakat

Perhitungan zakat penghasilan adalah penghitungan zakat yang wajib dikeluarkan dari orang-orang yang telah bekerja dan telah mencapai nishabnya. Dimana pada zaman Rasul sebenarnya zakat penghasilan ini adalah zakat perkebunan, pertanian dan lainnya. Dan sekarang karena sudah banyak orang yang bekerja dengan profesi yang berbeda-beda, maka zakat ini akan disesuaikan dengan penghasilan yang didapat selama satu bulan. Pada beberapa perusahaan sudah menjalankan system potong gaji karyawannya untuk zakat penghasilan. Namun beberapa perusahaan juga ada yang belum memakai  system tersebut. Maka  secara penghitungan, zakat penghasilan  anda bisa dihitung sebagai berikut, dimana penghitungan zakat penghasilan dilakukan setelah satu tahun pengumpulan harta atau uang. maka anda bisa mengeluarkan 2,5 %  dari uang yang anda peroleh. Dimana yang termasuk dalam zakat profesi menurut para pendukungnya adalah semua pemasukan dari hasil kerja dan usaha. Bentuknya bisa berbentuk gaji, upah, honor, persen dan sebagainya. Baik sifatnya tetap dan rutin atau sesekali.

Menurut Syeikh Yusuf Qardawi berpendapat, perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara Zakat dihitung 2.5% dari penghasilan kotor secara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000=Rp 75.000 per bulan atau Rp 900.000 per tahun. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Lalu  yang kedua Zakat dihitung 2.5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% X (1.500.000-1.000.000)=Rp 12.500 per bulan atau Rp 150.000,- per tahun. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Dengan penjelasan diatas, dapat diartikan bahwa menurut imam qardhawi ini, berpendapat bahwa mengeluarkan zakat profesi bisa dilakukan setelah mendapatkan harta tersebut. Berbeda dengan pendapat imam syafi’I dan imam ahmad yang menyatakan bahwa mengeluarkan zakat ini setelah satu tahun terhitung dari pertama kali harta itu didapat.

Leave a Comment

Name*

Email* (never published)

Website